Ketenangan jiwa dan penyerahan diri
Berbicara mengenai cara mencapai ketenangan jiwa, tidaklah bisa terlepas sama sekali dari apa yang di sebut ketenangan batin, karena jiwa itu pengendali atau penguasa (yang memiliki kekuasaan penuh) qodrati (al-qudrah) terhadap ruh, sir, dan cahaya batin itu sendiri. Sedangkan di luar jiwa yang
telah di sebutkan tadi hanyalah alat kekuasaan jiwa untuk menjalankan misi dan aktivitas manusia termasuk jasad.
Untuk dapat mencapai ketenangan batin - kita perlu melakukan hal-hal yang bersifat khusus, akan tetapi agar dapat tercapainnya ketenangan batin tentunya kita perlu mengetahui dahulu penyebab batin kita tidak bisa mendapatkan ketenangan.
telah di sebutkan tadi hanyalah alat kekuasaan jiwa untuk menjalankan misi dan aktivitas manusia termasuk jasad.
Untuk dapat mencapai ketenangan batin - kita perlu melakukan hal-hal yang bersifat khusus, akan tetapi agar dapat tercapainnya ketenangan batin tentunya kita perlu mengetahui dahulu penyebab batin kita tidak bisa mendapatkan ketenangan.
Perlu sama-sama kita pahami bahwa kata2 batin itu harus di kaitkan dengan pasangan kata yang menjadi lawannya katanya sendiri atau bertolak belakang, yaitu zahir (lahir) dan masing-masing kata mempunyai arti yang sama, yakni arah (kiblat) menuju alamnya sendiri-sendiri.
Mengapa mereka menyebutnya sebagai alam rendah (alam bawah), karena unsur materialnya memang yang paling bawah (terakhir) atau sampah dari produk alam yang sebelumnya atau alam yang di atasnya yakni alam gaib, oleh sebab itu sifat dari materi alam bawah berubah-terus wajib dikenai hukum kerusakan, kehilangan dan kemusnahan (fana), sedangkan yang di maksud alam rendah adalah sebagai konsumsi atau kebutuhan bagi mahluk rendahan seperti hewan di antaranya kalaupun di butuhkan manusia batasnya hanya pada jasad (zahir) fisik belaka yang juga termasuk wajib di kenai hukum kehilangan, kerusakan, kemusnahan dan berubah secara terus menerus hingga sirna.
Oleh sebab itu segala sesuatu yang di manfaatkan manusia berbadai materi yang berasal dari alam bawah atau alam rendah penempatannya hanya sebatas pelengkap saja bukan sebagai tujuan hidup, demi menghindari posisi derajatnya sejajar dengan hewan yang memang membutuhkan materi alam rendah atau alam bawah demi memenuhi kebutuhan makan minum dan bersenang-senang sebagai tujuan hidupnya sampai akhir hayatnya.
Makna dari kata lahir (zahir)
Mengapa mereka menyebutnya sebagai alam rendah (alam bawah), karena unsur materialnya memang yang paling bawah (terakhir) atau sampah dari produk alam yang sebelumnya atau alam yang di atasnya yakni alam gaib, oleh sebab itu sifat dari materi alam bawah berubah-terus wajib dikenai hukum kerusakan, kehilangan dan kemusnahan (fana), sedangkan yang di maksud alam rendah adalah sebagai konsumsi atau kebutuhan bagi mahluk rendahan seperti hewan di antaranya kalaupun di butuhkan manusia batasnya hanya pada jasad (zahir) fisik belaka yang juga termasuk wajib di kenai hukum kehilangan, kerusakan, kemusnahan dan berubah secara terus menerus hingga sirna.
Oleh sebab itu segala sesuatu yang di manfaatkan manusia berbadai materi yang berasal dari alam bawah atau alam rendah penempatannya hanya sebatas pelengkap saja bukan sebagai tujuan hidup, demi menghindari posisi derajatnya sejajar dengan hewan yang memang membutuhkan materi alam rendah atau alam bawah demi memenuhi kebutuhan makan minum dan bersenang-senang sebagai tujuan hidupnya sampai akhir hayatnya.
Makna dari kata batin
Lawan dari pada uraian di atas adalah justru sebaliknya, ungkapan makna dari pada kata batin: adalah arah pandangan (kiblat) ke pusat inti sanubari dengan menggunakan kalbu (basirah) sebagai alat penglihatannya dengan sangat pokus sehingga konsentrasi (khusuk), dengan demikian secara otomatis daya ingat dan kesadarannya menjadi senantiasa terjaga dari hal-hal yang mengotorinya yaitu arah dari lahir (zahir) yang notabene hanya berputar-putar di sekitar panca indra sebagai gangguan yang menimbulkan ketidak nyamanan bahkan ketidak tenangan.
Penjelasan di atas mungkin membingungkan banyak orang. Baiklah saya akan jelaskan secara sederhana dan mudah, sebagaimana telah saya sebutkan tentang ungkapan dari alam bawah (rendah) sebagai alamnya hewan atau jasad fisik: pertama panca indra hanya bisa menangkap daya pengaruh yang berasal dari alam rendahan saja dan panca indra tidak bisa menagkap alam yang diatasnya (meta fisik). Kedua alam bawah yang nota bene mengalami perubahan terus-menerus (berubah-ubah) maka jiwa kita akan kebingungan mengikutinya bahkan terkadang sampai ke lelahan di buatnya. Kondisi berubah terus menerus (tidak kekal) atau bahkan terkadang bisa hilang dan lebih parahnya lagi bisa musnah dan pada akhirnya tidak ada kepastian dan sangat membingungkan itulah membuat kita jadi penasaran hingga membuat stres itulah yang membuat kita jadi tidak tenang.
Oleh sebab itu sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya materi alam rendah itu penempatannya hanyalah sebatas pelengkap saja bukan sebagai tujuan, namanya juga pelengkap artinya di manfaatkan ketika pokok tujuan hidup manusia tidak menyediakan kebutuhan bagi jasad fisik atau lahir (zahir), sedangkan kebutuhan lahir atau fisik itupun juga sangat sederhana sekali yaitu makan, minum, istirahat, perlindungan fisik dan tempat sebagai area aktivitasnya maupun istirahatnya. Apa bila ada yang berfikir tentang kelebihannya atau keberlimpahannya itu hanyalah rasa yang muncul dari salah satu sifat kegelapannya saja yaitu serakah.
Dari uraian ringkas ini tentunya kita dapat mengambil sebuah kesimpulan tentang metode pencapaian ketenangan jiwa maupun ketenangan hati tidak akan tercapai manakala arah pandangan kita (kiblat) hanya terfokus pada sifat lahiriyahnya (dunia) saja.
Cara memasuki wilayah batin itu hanya melalui jalan spiritual, yang dengan cara melakukan pendakian ke alam diatasnya dengan roh, jiwa dan rasa. Nah demikianlah uraian ringkas ini semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.
By: QIENZO DESWARA
Penulis: SUYITNO
Editing: SUYITNO
Media: blogspot
Platfon: Blogger
Penjelasan di atas mungkin membingungkan banyak orang. Baiklah saya akan jelaskan secara sederhana dan mudah, sebagaimana telah saya sebutkan tentang ungkapan dari alam bawah (rendah) sebagai alamnya hewan atau jasad fisik: pertama panca indra hanya bisa menangkap daya pengaruh yang berasal dari alam rendahan saja dan panca indra tidak bisa menagkap alam yang diatasnya (meta fisik). Kedua alam bawah yang nota bene mengalami perubahan terus-menerus (berubah-ubah) maka jiwa kita akan kebingungan mengikutinya bahkan terkadang sampai ke lelahan di buatnya. Kondisi berubah terus menerus (tidak kekal) atau bahkan terkadang bisa hilang dan lebih parahnya lagi bisa musnah dan pada akhirnya tidak ada kepastian dan sangat membingungkan itulah membuat kita jadi penasaran hingga membuat stres itulah yang membuat kita jadi tidak tenang.
Oleh sebab itu sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya materi alam rendah itu penempatannya hanyalah sebatas pelengkap saja bukan sebagai tujuan, namanya juga pelengkap artinya di manfaatkan ketika pokok tujuan hidup manusia tidak menyediakan kebutuhan bagi jasad fisik atau lahir (zahir), sedangkan kebutuhan lahir atau fisik itupun juga sangat sederhana sekali yaitu makan, minum, istirahat, perlindungan fisik dan tempat sebagai area aktivitasnya maupun istirahatnya. Apa bila ada yang berfikir tentang kelebihannya atau keberlimpahannya itu hanyalah rasa yang muncul dari salah satu sifat kegelapannya saja yaitu serakah.
Dari uraian ringkas ini tentunya kita dapat mengambil sebuah kesimpulan tentang metode pencapaian ketenangan jiwa maupun ketenangan hati tidak akan tercapai manakala arah pandangan kita (kiblat) hanya terfokus pada sifat lahiriyahnya (dunia) saja.
Penutup:
Kesimpulan dari semua uraian di atas dapat kita ambil suatu pelajaran dengan mengalihkan arah dari pusat pandangan (kiblat) dari lahir (duniawiyah) ke arah pusat pandangan (kiblat) dari pada inti sanubari yaitu batin (akhirat), karena wilayah batin itu mengandung sifat-sifat tetap tegak tidak berubah-ubah (kekal) di situlah bari kita akan mendapatkan awal dari ke tenangan.Cara memasuki wilayah batin itu hanya melalui jalan spiritual, yang dengan cara melakukan pendakian ke alam diatasnya dengan roh, jiwa dan rasa. Nah demikianlah uraian ringkas ini semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.
Refrensi bacaan:
Menyingkap rahasia cahaya dan tingkatan-tingkatannya di dalam diri manusia
Menyingkap wilayah batin
Penjelasan tentang jati diri
Rahasia antara diri dan pribadi
By: QIENZO DESWARA
Penulis: SUYITNO
Editing: SUYITNO
Media: blogspot
Platfon: Blogger

No comments:
Post a Comment